Memecahkan wangsit siliwangi

Aya nu wani ngoréhan terus terus, teu ngahiding ka panglarang; ngoréhan bari ngalawan, ngalawan sabari seuri. Nyaéta budak angon; imahna di birit leuwi, pantona batu satangtungeun, kahieuman ku handeuleum, karimbunan ku hanjuang. Ari ngangonna? Lain kebo lain embé, lain méong lain banténg, tapi kalakay jeung tutunggul. Inyana jongjon ngorehan, ngumpulkeun anu kapanggih. Sabagian disumputkeun, sabab acan wayah ngalalakonkeun. Engke mun geus wayah jeung mangsana, baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun. Tapi, mudu ngalaman loba lalakon, anggeus nyorang: undur jaman datang jaman, saban jaman mawa lalakon. Lilana saban jaman, sarua jeung waktuna nyukma, ngusumah jeung nitis, laju nitis dipinda sukma.

Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.

Data:
– hanjuang = pohon yg daunnya berwarna merah marun juga biasa digunakan pada acara nadran syeh abdul qadir jaelani.

Analisa:
– rumah sp dibelakang sungai, dimana rumahnya dirimbuni (banyak) haandeleum dan hanjuang.
– sp menggembalakan tutunggul dan kalakay memiliki makna setiap pengembala baik kerbau, banteng atau apapun itu tau pasti apa yang digembalakannya dan tidak mungkin tertukar (moal pahili).
– berarti pemimpin yang mencari yang dipimpin (punakawannya). Berarti beliau dilengkapi alat pendeteksi untuk mengetahui sejatinya seseorang. Berhubungan dengan bait jaya baya 166 = “tidak mau dihormati orang se tanah Jawa tetapi hanya memilih beberapa saja”.
– Jadi selama piningit, beliau mengumpulkan dan mencari punakawannya (asuhannya), lalu dididik sehingga menjadi perwira perang.
– Sabagian disumputkeun, sabab acan wayah ngalalakonkeun. Engke mun geus wayah jeung mangsana, baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun = memiliki makna ada beberapa sosok asuhan yang hanya dipantau sp, tetapi belum saatnya ditegur. Jika sudah waktunya, sepertinya banyak yang akan menghadap sp untuk menjalankan tugas masing-masing. Dan mereka termasuk “orang tua”(yang sudah banyak menjalani lakon).
– berarti bisa dipastikan, selama masa dipingit sp sudah membuka jatidirinya terhadap beberapa manusia. Berhubungan dengan ramalan jayabaya 171 yang berbunyi: ” ada manusia yang bisa bertemu tapi ada manusia yang belum saatnya”.

*adapun jika tutunggul dan kalakay diartikan sebagai sejarah diri sp:
– berarti beliau mengumpulkan sejarah dirinya.
– disebutkan pada ramalan jayabaya beliau adalah titisan arjuna (sepertinya sejarah yang rumit karena jika di usut, sebelum arjuna dan sesudah arjuna hingga sekarang pastilah memusingkan).
– setelah menemukan sejarah dirinya (lakon yang pernah dijalani) beliau menjalankan lagi tetapi dirapel dalam satu masa (lakon semua zaman dilakukan dalam 1 sosok sp). Tetapi ada sebagian lakon yang masih disembunyikan, karena belum waktunya dilakonkan (mungkin lakon pangeran perang yang ada pada ramalan jayabaya).
– Lilana saban jaman, sarua jeung waktuna nyukma, ngusumah jeung nitis, laju nitis dipinda sukma = memiliki arti sp menitis pada setiap zaman, sepertinya lakonnya serupa. Bisa disebut pangeran perang (yang pasti terkenal). Atau pemimpin yang adil. Mungkinkah sejati sp = sejati nabi muhammad? Karena memiliki kesamaan dalam peran, wallahualam. Ataupun mungkin jayabaya, siliwangi dll. mungkin bisa dihubungkan dengan nostradamus yang berbunyi: “kedatangannya sangat dinanti, tetapi dia tidak akan muncul lagi di eropa”. Berarti dulu sp juga di eropa jadi pangeran perang, raja arthurkah? Atau tokoh braveheart? Atau D’artagnan dan tiga musketer?. Nampaknya semua memiliki kesamaan yaitu sama-sama pangeran perang dan memiliki pedang sebagai ciri khas. mungkin anda pernah mendengar rumor tentang seorang pengusaha inisial TW, yang mencari tiga benda ingin dibeli dengan harga tinggi yaitu: samurai, giok, bambu temu ruas tetapi tentu tidak akan mungkin jadi. Mungkin samurai yang disebutkan itu bukan seperti kita ketahui dari jepang. Melainkan sebuah pedang yang bisa jadi ikat pinggang saking lenturnya. Pedang ini memiliki ketajaman yang sangat luar biasa mampu membelah apapun. Pedang ini memiliki simbol bintang 7. memiliki berbagai nama seperti: kam-kam, zulfikar, excalibur dll. Jadi zulfikar yang berhiaskan permata itu bohong, nabi seorang yang sederhana. Perihal arthur dengan excalibur di inggris, mungkin ada kaitan dengan pangeran william yang datang berkunjung ke bej tahun 2007 dan jogja (silahkan mengkaji bagi yang paham). Perihal giok dan bambu temu ruas sepertinya tidak usah dibahas :D kalo bener berarti kita (wni) ketinggalan jauh tuh. “mereka” lebih dahulu mengetahui lalu ambil tindakan untuk mencegah. Hayo ngaku deh jangan pada munafik, oknum sesepuh banyak yang ikut terlibat dalam “bisnis” ini. Duitnya em-em an loh. Dasar maruk, emang pada bego semua (oknum), logika ditinggalin, nafsu aja diikutin!!!!! (keenakan sujud , lupa ruku lupa berdiri = tandanya kening hitam = celaka, awas tertipu penampilan)
– jika sp bersenjatakan pedang maka berhubungan dengan nostradamus: “ia (man from the east) akan memimpin dengan sepotong besi (pedang)
– jika pemiliknya ada di nusantara maka begitu juga pedangnya (silahkan dicek kebenarannya)
– jika benar sp banyak lakonnya, berarti ada kaitan ke kalimat: “manusianya satu, maqamnya ngejuta”. Atau: “sewu sawiji”.

Engké, mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut, dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut? Marebutkeun warisan. Nu hawek hayang loba; nu boga hak marénta bagianana. Ngan nu aréling caricing. Arinyana mah ngalalajoan. Tapi kabarérang.

Nanti, saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.

Data:
– pemuda gendut = orang yang rakus akan dunia (sifatnya berlebihan bisa juga diartikan dajjal).

Analisa:
– bait ini menggambarkan saat kemunculan sp. Dimana terdapat huru-hara di seluruh nusantara.
– jika huru-haranya besar, berarti saat itu sistim pemerintahan lumpuh. mungkin sesuai dengan tanda gunung meletus yang disusul 7 gunung. dalam skala besar, huru-hara belumlah terjadi.
– pada saat huru-hara tersebut munculah pemimpin-pemimpin organisasi pemusatan massa yang ingin berebut kekuasaan (menjadi pemimpin di tanah warisan leluhur). Mungkin disinilah negara ini pecah menjadi beberapa wilayah kekuasaan.
– perlu diperhatikan, yang eling (sadar) pun ikut terbawa walaupun pada awalnya hanya menjadi penonton. Mungkin pada saat itu terjadi, sebaiknya kita tidak menonton dan diam dirumah. Mungkin berkaitan dengan hadits yang berbunyi: “pada saat subuh terdengar suara yang menggelegar (huru-hara), jika itu terjadi segeralah bersembunyi dan tutup pintu jendela rapat-rapat (jgn menonton). Jika ya berarti sp = imam mahdi. Berhubungan dengan ramalan jayabaya : “kemunculan putera batara indra berbarengan dengan batara surya (pada wsktu subuh).

Nu garelut laju rareureuh; laju kakara arengeuh; kabéh gé taya nu meunang bagian. Sabab warisan sakabéh béak, béakna ku nu nyarekel gadéan. Buta-buta laju nyarusup, nu garelut jadi kareueung, sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Laju naréangan budak angon, nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung, nu dihateup ku handeuleum ditihangan ku hanjuang. Naréanganana budak tumbal. sejana dék marénta tumbal. Tapi, budak angon enggeus euweuh, geus narindak babarengan jeung budak anu janggotan; geus mariang pindah ngababakan, parindah ka Lebak Cawéné! Nu kasampak ngan kari gagak, keur ngelak dina tutunggul.

Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati

Data:
– buta-buta = negara super power.
– lebak cawene = ???
– Gagak berkoar didahan mati = tidak ada kehidupan.
Analisa:
– tentulah pemenangnya dalam huru-hara adalah pihak yang ditunggangi oleh pihak asing. Pihak asingpun memasuki nusantara (mungkin amerika dengan dalih pasukan keamanan dlsb. Yang pasti semua pihak asing yg mendalangi kerusuhan inilah yang akan diserang sp seorang diri = ngurug tanpa bolo. Jika kita hubungkan dengan nostradamus, tampaknya perancis termasuk.. Ha.. Ha.. Ketahuan deh :D ). seperti kita lihat pada saat ini, banyak organisasi massa yang ditunggangi oleh pihak asing. WASPADALAH.
– nampaknya pemusatan massal tersebut dikhianati oleh pihak asing (sepertinya dijanjikan untuk memimpin negara), lalu pihak asing mengambil alih kekuasaan mungkin dengan nama pbb/nato.
– lalu timbulah rasa nasionalis pemusatan massa (yang kepaksa, mungkin menjelaskan kenapa sp pilih-pilih sapa dalam jayabaya) tersebut. Menjelaskan bahwa saat itu mereka mencari sosok sp, untuk menolong mereka tetapi setelah rumah sp berikut sosoknya, sp telah pergi ke lebak cawene dan membuka lahan disana (budak janggotan entah kenapa sudah tidak dipenjara).
– rumah sp saat itu sudah kosong.

Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. tapi engké, lamun Gunung Gedé anggeus bitu, disusul ku tujuh gunung. Génjlong deui sajajagat. Urang Sunda disarambat; urang Sunda ngahampura. Hadé deui sakabéhanana. Sanagara sahiji deui. Nusa Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu sajati.

Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.

Analisa:
– disebutkan jaman akan berganti lagi, berarti saat kisruh tersebut bisa tahunan.
– sp akan muncul diawali gunung gede (kerakatau) meletus disusul tujuh gunung yang menyebabkan genjlong sejagad. Efeknya bukan hanya diindonesia. Tentunya siang juga bisa gelap karena ketutup debu gunung tersebut. Bisa juga terjadi tsunami.
– tampaknya sosok sp yang berdarah sunda di pangil-panggil (dibutuhkan) oleh semua wni. Beliau memaafkan kejadian terdahulu (tersurat dan tersirat) sp memimpin negara lalu negara berkedaulatan kembali dan nusa jaya lagi (proses awal menuju mercusuar dunia). Saat ini sp sudah bermetamorfosa menjadi ratu adil. Ratu adil sejati (pahami masing-masing)

Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. Ayeuna mah, siar ku dia éta budak angon! Jig geura narindak! Tapi, ulah ngalieuk ka tukang!

Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala. Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakang!

Analisa:
– prabu siliwangi menyuruh kita untuk mencari sosok sp. Tentulah terlebih dahulu kita harus mengetahui ciri-cirinya. berarti kita harus membaca naskah leluhur seperti jayabaya dan wangsit siliwangi ini. Sehingga kita termasuk makhluk yang eling dan waspada (eling lan waspada- jayabaya 172)

Catatan:
– saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam mengartikan. jika ada yang kurang silahkan untuk menambahkan.

– saya berharap kadhang, sedulur, semua pembaca mudah memahami naskah leluhur (orang tua) kita, yang telah mengingatkan kita agar selalu sadar dan waspada pada saat puncak kekacauan, yaitu saat ini. sejarah kita telah diacak-acak. Banyak oknum yang telah memperjual-belikan naskah-naskah leluhur. banyak yang kehilangan jati dirinya, hilang rasa nasionalis. Nasionalis hanya sampai sebatas ucapan. budaya barat (eropa-arab) seperti cara berpakaian, gaya hidup yang tidak pantas, diterapkan di nusantara ini.
Marilah kita berusaha untuk menjadi satrio piningit untuk diri kita sendiri dan saling berbagi pengetahuan tentang satrio piningit, memperkuat persatuan, kendalikan ego kita untuk merasa yang paling benar, hilangkan Sukuisme. Satu nusa satu bangsa, mari bersatu menuju indonesia jaya. “Bhineka tunggal ika”

About masterprimbon

ilmu pengetahuan adalah cahaya dalam kegelapan
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s